Created by Aditya (Anonymous) & Mila (Shinda)
Sudut Pandang Anonymous
“you are my beautifull dark angel”
Entah mengapa kata kata itu yang pertama kali kuucap
setelah mengetahui kalau dia sadar dari Hysteria modenya, dia tersadar dengan
senyuman kecil yang menurutku cukup manis itu, tapi jika dalam mode hysterianya
aku tidak dapat melihat senyuman itu lagi
“oh apa aku sudah membunuh mereka semua?”
Tanya Shinda
“ya kau melakukannya dengan baik”
“oh tapi aku berharap tidak mengeluarkan Hysteria modeku
jika masih ada kau disekitarku”
Ungkapnya
“kuharap”
Langkahku terhenti, kulihat didepan sudah banyak manusia
bodoh dengan senjatanya masing masing menghadang jalan kami, kuturunkan Shinda
dari gendonganku dan kuambil senjata nerakaku, kulihat mereka tidak takut atau
miundur sedikitpun ketika melihatku mengambil senjata yang sudah membara ini
mereka hanya diam dan bersiap menyerang seperti halnya manusia bodoh yang telah dibunuh Shinda tadi.
“hei kalian siapa? Dan mengapa menghalangi jalan kami?”
Tanyaku
“.........................”
Mereka semua tidak menjawab dan terus menatap tajam
kearahku yang membuatku jijik, kulemparkan pisauku kearah mereka semua
“SYUUUUUUUUUUUUT......CREESSSSHHHHH....”
Sekali sayatan tubuh mereka sudah tidak beraturan tapi
tidak lama tubuh mereka menyatu kembali dan sempurna seperti sedia kala
“apa?”
Mereka semuanya berlari menyerangku, kuhindari serangan
mereka dan mencoba untuk menyerang balik tapi aku sempat kesulitan juga melawan
para amatir itu
“UHH.... kuat juga mereka”
Ucapku
“kau tidak apa?”
Cemas Shinda
“its okay honey, just rest and see”
Tenangku
Kulemparkan pisauku yang tepat jatuh didepan mereka,
kukumpulkan semua kemampuanku dan taklama pisauku mengeluarkan api yang
melebihi panasnya neraka, tubuhku perlahan berubah merah darah, mataku berubah
hitam seluruhnya, rambutku sudah berupa api dan mulutku terlihat lebih lebar
dari ukuran normalnya
“hahahahahahahahahaha......hwahahahahahahahhhaahahaha”
Tawa gilaku sudah tidak bisa kutahan lagi, tubuhku sudah
bergerak diluar kendaliku dan senjataku sudah berupa cambuk neraka yang dapat
menghancurkan tubuh seseorang dalam sekali sentuh, aku tidak tahu apa yang
terjadi dalam tubuhku yang kurasakan hanyalah perasaan senang dan ringan
“HWAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH”
Kuayunkan cambukku kearah manusia yang tak berguna
didepanku,
“CRASHHH........CROOOOCKKKKK.....DUARRRRRRR......CREEEAAAAKKKKK.....JLAAAARRRRRR”
Darah dan potongan tubuh terhambur dan berserakan
ditanah, teriakan tak jelas dan juga aroma darah sangat membuatku senang dan
tak kuasa lagi kutahan tawaku ini
“HAAHAHAHAHAHAHAH...............HWAAAHAHAHAHAHAHAHAHAH”
Kulihat kesekitarku sudah tak terlihat lagi dimana Shinda
berada mungkin dia takut melihatku seperti ini, tapi tak kupedulikan lagi toh
aku sangat senang dengan hal ini.
Satu persatu mayat yang berserakan itu bangun kembali dan
kembali menjadi manusia
“oh aku sudah hampir bosan, akan kutuntaskan kalian semua
hahahahahahahahahahahahahahah”
Ku berlari melewati mereka semua sembari mengayun ayunkan
cambukku yang membuat tubuh mereka kembali berserakan ditanah, tapi aku tahu
tubuh mereka akan bersatu lagi karenanya segera kutancapkan pisauku ketanah dan
membuat sebuah lingkaran yang didalamnya terkumpul bagian bagian tubuh manusia
bodoh itu
“die you bitch!!!!!!!!! HWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”
“SREEEEETTTTTT................BOOOOOOMMMMMMM”
“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA........... THIS IS MY HYPER MODE”
Kurasakan tubuhku melemas, pandanganku mulai kabur,
tubuhku sudah mati rasa, ah tidak mungkin ini adalah efek dari Hyper modeku
itu, kucoba untuk berdiri dan meraih
senjataku, kududuk bersandar dipohon yang ditempati Shinda tadi yang sekarang
tidak tahu kemana dia berada
“SYUUUUUTTTT............CROOOOOOOOCKKKKK!!!”
Sebuah pisau mendarat tepat dibahuku, kulihat dari model
pisaunya itu milik Shinda. Kualihkan pandangaku kedepan dan kulihat Shinda
sudah berdiri menatapku tajam, terlihat dia sangat marah hingga Hysteria
modenya hampir aktif
“hei kenapa kau ini?”
Tanyaku
Dia tidak menjawab hanya kembali melemparkan pisaunya
kebahuku yang sebelahnya
“ARHGGGG.... kenapa kau ini?”
Tanyaku bingung
Dari belakang tubuhnya terlihat sesosok manusia dengan
pakaian hitam penuh darah muncul sambil bertepuk tangan kearahku, wajahnya
terlihat asing bagiku dan kenapa dia tidak takut dengan Shinda yang sudah
hampir mencapai Hysteria modenya
“kau mungkin bingung terhadap kejadian inikan?”
Tanyanya
“kau siapa kau dan kau apakan Shinda”
Ucapku geram
“oh namaku Night Wish dan aku adalah tangan kanan dari Dr
infected atau sekarang lebih dikenal dengan nama Nycto”
Ucapnya
“dan yang terjadi dengan pacarmu ini, aku hanya
memberinya sedikit dorongan supaya dia mengeluarkan Hysteria modenya dan
melihatmu mati ditangannya”
Lanjutnya
“sialan kau!!!!”
Ku terjang tubuhnya tapi dengan gampangnya dia menendang
jatuh tubuhku ketanah
“BRUKKK.......”
“kau sudah sangat kelelahan dan biarkan pacarmu ini
memberikan istirahat yang tenang untukmu”
“kau!!!! Aku akan membunuhmu!!!”
“cobalah tapi sebelum itu hadapilah gadis busuk ini”
Ucapannya membuatku terlecut, kutarik pisauku dan segera
menerjang tubuhnya tapi yang kudapat hanyalah tendangan keras dari Shinda, dia
sudah terlihat sangat marah dan Hysteria modenya hampir keluar sepenuhnya
“sial aku harus menyadarkannya”
Batinku
Tak terlihat lagi wajah jelek dari Night Wish disekitar
sini dan hanya Shinda yang terpengaruh oleh ucapannya membuat dirinya
mengeluarkan Hysteria mode
“HUAAAARRGGGHHHHH”
Shinda mengeluarkan teriakan panjangnya yang menandakan
Hysteria modenya sudah sampai pada tahap akhir, tubuh mungilnya berlari
sekencang angin menerjang tubuh lemasku ini, dia memukuliku dan juga
menancapkan pisaunya berkali kali, kutendang tubuhnya dan mencoba berlari
menjauh darinya tapi sial dia berhasil menendang tubuhku jatuh lagi
dan................
“CROOOOCKKKK............TRASSHHHHHH”
Dia memotong lengan kiriku dan menendangnya jauh dari
tubuhku
“Sial kurasa dia tahu kalau lenganku tidak bisa tumbuh
lagi jika jauh dari tubuhku ini”
Batinku
Dia terus menerus menyerang dan berusaha membunuhku, aku
yang sudah kewalahan akan serangannya mulai bangkit dan menendang balik tubuh
kecilnya itu
“BRUUUAKKKK.....”
“maafkan aku tapi kau yang memaksaku melakukan ini”
Kutarik pisauku dan berlari menyerang tubuhnya,
kutancapkan salah satu pisauku ketanah dan berlari menjauhi lingkaran yang
sudah kubuat tadi
“im sorry honey”
Kataku
“BOOOOOOMMMM...............”
“ARRRGHHGHHHHHH!!!!!”
Suara nyaring teriakan Shinda membuatku menyesali
perbuatanku tadi, terlihat dari balik asap ledakan tubuh mungilnya yang
tergeletak lemas ditanah disekelilingnya hanya terdapat beberapa darah hitam
yang keluar dari tubuhnya dan juga matanya. Kuhampiri tubuh itu dan kulihat dia
masih dapat bergerak walau sedikit, kuusap pipinya dan kuseka darah hitam yang
mengalir dari matanya
“maafkan aku”
Ucapku lirih
“ARGHHH.... Anon apa yang terjadi mengapa tubuhmu penuh
dengan luka dan... dan kemana lengan kirimu?”
Tanya Shinda
“oh tidak apa apa hanya terputus dariku saat bertarung
tadi nanti juga akan tumbuh kembali”
Jawabku bohong
“oh tapi kenapa kepalaku pusing”
“mungkin tadi kau terbentur sesuatu”
Jawabku bohong lagi
Kubopong tubuhnya dan segera meninggalkan tempat mengerikan
ini, dan bagimu Night Wish dan Nycto kau sudah membuatku hilang kesabaran kali
ini dan dengarkan sumpahku ini
“dimanapun kau berada aku akan memberikan rasa sakit yang
sama seperti yang kurasakan sekarang, tunggu saja!!!!”
Bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar