Rabu, 29 April 2015

Knife And Rose / 4 (Night Wish)




Created by Aditya (Anonymous) & Mila (Shinda)

Sudut Pandang Anonymous


“you are my beautifull dark angel”

Entah mengapa kata kata itu yang pertama kali kuucap setelah mengetahui kalau dia sadar dari Hysteria modenya, dia tersadar dengan senyuman kecil yang menurutku cukup manis itu, tapi jika dalam mode hysterianya aku tidak dapat melihat senyuman itu lagi

“oh apa aku sudah membunuh mereka semua?”
Tanya Shinda

“ya kau melakukannya dengan baik”

“oh tapi aku berharap tidak mengeluarkan Hysteria modeku jika masih ada kau disekitarku”
Ungkapnya


“kau tidak perlu takut karena aku tahu kau tidak akan membunuhku, benarkan?”

“kuharap”

Langkahku terhenti, kulihat didepan sudah banyak manusia bodoh dengan senjatanya masing masing menghadang jalan kami, kuturunkan Shinda dari gendonganku dan kuambil senjata nerakaku, kulihat mereka tidak takut atau miundur sedikitpun ketika melihatku mengambil senjata yang sudah membara ini mereka hanya diam dan bersiap menyerang seperti halnya  manusia bodoh yang telah dibunuh Shinda tadi.

“hei kalian siapa? Dan mengapa menghalangi jalan kami?”
Tanyaku

“.........................”

Mereka semua tidak menjawab dan terus menatap tajam kearahku yang membuatku jijik, kulemparkan pisauku kearah mereka semua

“SYUUUUUUUUUUUUT......CREESSSSHHHHH....”

Sekali sayatan tubuh mereka sudah tidak beraturan tapi tidak lama tubuh mereka menyatu kembali dan sempurna seperti sedia kala

“apa?”

Mereka semuanya berlari menyerangku, kuhindari serangan mereka dan mencoba untuk menyerang balik tapi aku sempat kesulitan juga melawan para amatir itu

“UHH.... kuat juga mereka”
Ucapku

“kau tidak apa?”
Cemas Shinda

“its okay honey, just rest and see”
Tenangku

Kulemparkan pisauku yang tepat jatuh didepan mereka, kukumpulkan semua kemampuanku dan taklama pisauku mengeluarkan api yang melebihi panasnya neraka, tubuhku perlahan berubah merah darah, mataku berubah hitam seluruhnya, rambutku sudah berupa api dan mulutku terlihat lebih lebar dari ukuran normalnya

“hahahahahahahahahaha......hwahahahahahahahhhaahahaha”

Tawa gilaku sudah tidak bisa kutahan lagi, tubuhku sudah bergerak diluar kendaliku dan senjataku sudah berupa cambuk neraka yang dapat menghancurkan tubuh seseorang dalam sekali sentuh, aku tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuhku yang kurasakan hanyalah perasaan senang dan ringan

“HWAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH”

Kuayunkan cambukku kearah manusia yang tak berguna didepanku,

“CRASHHH........CROOOOCKKKKK.....DUARRRRRRR......CREEEAAAAKKKKK.....JLAAAARRRRRR”

Darah dan potongan tubuh terhambur dan berserakan ditanah, teriakan tak jelas dan juga aroma darah sangat membuatku senang dan tak kuasa lagi kutahan tawaku ini

“HAAHAHAHAHAHAHAH...............HWAAAHAHAHAHAHAHAHAHAH”

Kulihat kesekitarku sudah tak terlihat lagi dimana Shinda berada mungkin dia takut melihatku seperti ini, tapi tak kupedulikan lagi toh aku sangat senang dengan hal ini.
Satu persatu mayat yang berserakan itu bangun kembali dan kembali menjadi manusia

“oh aku sudah hampir bosan, akan kutuntaskan kalian semua hahahahahahahahahahahahahahah”

Ku berlari melewati mereka semua sembari mengayun ayunkan cambukku yang membuat tubuh mereka kembali berserakan ditanah, tapi aku tahu tubuh mereka akan bersatu lagi karenanya segera kutancapkan pisauku ketanah dan membuat sebuah lingkaran yang didalamnya terkumpul bagian bagian tubuh manusia bodoh itu

“die you bitch!!!!!!!!! HWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”

“SREEEEETTTTTT................BOOOOOOMMMMMMM”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA........... THIS IS MY HYPER MODE”

Kurasakan tubuhku melemas, pandanganku mulai kabur, tubuhku sudah mati rasa, ah tidak mungkin ini adalah efek dari Hyper modeku itu,  kucoba untuk berdiri dan meraih senjataku, kududuk bersandar dipohon yang ditempati Shinda tadi yang sekarang tidak tahu kemana dia berada

“SYUUUUUTTTT............CROOOOOOOOCKKKKK!!!”

Sebuah pisau mendarat tepat dibahuku, kulihat dari model pisaunya itu milik Shinda. Kualihkan pandangaku kedepan dan kulihat Shinda sudah berdiri menatapku tajam, terlihat dia sangat marah hingga Hysteria modenya hampir aktif

“hei kenapa kau ini?”
Tanyaku

Dia tidak menjawab hanya kembali melemparkan pisaunya kebahuku yang sebelahnya

“ARHGGGG.... kenapa kau ini?”
Tanyaku bingung

Dari belakang tubuhnya terlihat sesosok manusia dengan pakaian hitam penuh darah muncul sambil bertepuk tangan kearahku, wajahnya terlihat asing bagiku dan kenapa dia tidak takut dengan Shinda yang sudah hampir mencapai Hysteria modenya

“kau mungkin bingung terhadap kejadian inikan?”
Tanyanya

“kau siapa kau dan kau apakan Shinda”
Ucapku geram

“oh namaku Night Wish dan aku adalah tangan kanan dari Dr infected atau sekarang lebih dikenal dengan nama Nycto”
Ucapnya

“dan yang terjadi dengan pacarmu ini, aku hanya memberinya sedikit dorongan supaya dia mengeluarkan Hysteria modenya dan melihatmu mati ditangannya”
Lanjutnya

“sialan kau!!!!”

Ku terjang tubuhnya tapi dengan gampangnya dia menendang jatuh tubuhku ketanah

“BRUKKK.......”

“kau sudah sangat kelelahan dan biarkan pacarmu ini memberikan istirahat yang tenang untukmu”

“kau!!!! Aku akan membunuhmu!!!”

“cobalah tapi sebelum itu hadapilah gadis busuk ini”

Ucapannya membuatku terlecut, kutarik pisauku dan segera menerjang tubuhnya tapi yang kudapat hanyalah tendangan keras dari Shinda, dia sudah terlihat sangat marah dan Hysteria modenya hampir keluar sepenuhnya

“sial aku harus menyadarkannya”
Batinku

Tak terlihat lagi wajah jelek dari Night Wish disekitar sini dan hanya Shinda yang terpengaruh oleh ucapannya membuat dirinya mengeluarkan Hysteria mode

“HUAAAARRGGGHHHHH”

Shinda mengeluarkan teriakan panjangnya yang menandakan Hysteria modenya sudah sampai pada tahap akhir, tubuh mungilnya berlari sekencang angin menerjang tubuh lemasku ini, dia memukuliku dan juga menancapkan pisaunya berkali kali, kutendang tubuhnya dan mencoba berlari menjauh darinya tapi sial dia berhasil menendang tubuhku jatuh lagi dan................

“CROOOOCKKKK............TRASSHHHHHH”

Dia memotong lengan kiriku dan menendangnya jauh dari tubuhku

“Sial kurasa dia tahu kalau lenganku tidak bisa tumbuh lagi jika jauh dari tubuhku ini”
Batinku

Dia terus menerus menyerang dan berusaha membunuhku, aku yang sudah kewalahan akan serangannya mulai bangkit dan menendang balik tubuh kecilnya itu

“BRUUUAKKKK.....”

“maafkan aku tapi kau yang memaksaku melakukan ini”

Kutarik pisauku dan berlari menyerang tubuhnya, kutancapkan salah satu pisauku ketanah dan berlari menjauhi lingkaran yang sudah kubuat tadi

“im sorry honey”
Kataku

“BOOOOOOMMMM...............”

“ARRRGHHGHHHHHH!!!!!”

Suara nyaring teriakan Shinda membuatku menyesali perbuatanku tadi, terlihat dari balik asap ledakan tubuh mungilnya yang tergeletak lemas ditanah disekelilingnya hanya terdapat beberapa darah hitam yang keluar dari tubuhnya dan juga matanya. Kuhampiri tubuh itu dan kulihat dia masih dapat bergerak walau sedikit, kuusap pipinya dan kuseka darah hitam yang mengalir dari matanya

“maafkan aku”
Ucapku lirih

“ARGHHH.... Anon apa yang terjadi mengapa tubuhmu penuh dengan luka dan... dan kemana lengan kirimu?”
Tanya Shinda

“oh tidak apa apa hanya terputus dariku saat bertarung tadi nanti juga akan tumbuh kembali”
Jawabku bohong

“oh tapi kenapa kepalaku pusing”

“mungkin tadi kau terbentur sesuatu”
Jawabku bohong lagi

Kubopong tubuhnya dan segera meninggalkan tempat mengerikan ini, dan bagimu Night Wish dan Nycto kau sudah membuatku hilang kesabaran kali ini dan dengarkan sumpahku ini

“dimanapun kau berada aku akan memberikan rasa sakit yang sama seperti yang kurasakan sekarang, tunggu saja!!!!”

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar