Created by Aditya (Anonymous/The A) & Mila (Shinda)
Sudut Pandang Shinda
*********************************************
Panaaas......Panasss
tolong....panasss
ini sangat panas dan sangat manyakitkan, bagaimana ini bisa menimpaku. aaah seseorang tolong aku.
kubuka perlahan mataku yg sudah mendidih karena pananya tempat ini, dan rantai besi serta kail-kail raksasa mengikat dan menghujam tubuh kecilku ini.
Dimana-mana hanya kobaran api dan batu-batuan yg membara, langit terlihat hitam legam, tak menampakan satu bintang pun. aku masih bertanya di mana aku ini...
............
Kucoba melangkah perlahan pada tanah yg seperti dasar gunung betapi ini, setiap langkah membuat sekujur tubuhku meleleh, namun aku heran seharusnya aku sudah jadi abu saat ini, namun tubuh ini masih saja utuh.
Aku terus berjalan melewati padang api ini sambil mencari-cari tempat yg mungkin lebih nyaman, tapi tidak juga kutemukan.
lalu seseorang menepuk bahuku dari belakang, membuatku cukup terkejut.
" apa yang kau cari?" tanya pria misterius itu
" tentu saja mencari tempat aman, dasar bodoh " bentak ku pada pria itu.
" dengan cara bicara sekasar itu, kau memang pantas berada di tempat ini " jawabnya
"apa ?" aku terkejut
"memangnya di mana aku ini?" tanyaku lagi
"selamat datang di neraka, gadis kecil" jawabnya
"ini bukan lelucon dasar bodoh,kalau ini memang neraka kenapa kau tidak terlihat kesakitan atau kepanasan?" bentakku padanya lagi
"kau akan terbiasa, ayo ikut aku. ada yg ingin aku tunjukan padamu" katanya sambil beranjak pergi
akupun mengikutinya dan masih tidak percaya dengan tempat ini.
Duaaaar....blarrrr....buuuum...
di depan terlihat seorang pria yg di cambuk dengan benda seperti api dan menjilat kulit pria itu.
Buuuum.....
dalam sekali cambuk pria itu hancur berkeping-keping, sesaat kemudian daging dan tulang serta kulitnya menyatu kembali, lalu proses itu terulang kembali
Buuumm.......
"siapa dia?" tanyaku pada pria musterius ini
"pria itu masuk kesini lebih dulu sebelum kau" jawabnya
Aku baru ingat kalau itu The A, dia terbunuh sesaat sebelum aku. Sekarang aku baru sadar kalau ini neraka, tempat berakhirnya semua hal.
Buuum.....
Suara itu mengejutkanku lagi.aku terduduk pasrah pada tanah yg membara ini tanpa peduli sakit dan panasnya, aku rasa aku mulai terbiasa.
Buuum.....
jeritan pria itu membuatku tak bisa menahan tangis penyesalan ini, Kulihat rantai-rantai besi membara mulai merayap dan mulai menjerat tanganku, ya aku rasa penyiksaanku akan segera di mulai, kulemaskan saja segala organ tubuhku. pasrah dan berharap ini bisa berakhir dengan cepat, air mata meleh dari pipi kecil ku ini.
Criiing..........
rantai itu putus, aku merasa bisa bergerak lagi. ada apa ini, pikirku ?
" kau yakin tidak ingin pergi dari sini dan membalas dendammu gadis kecil " kata pria tadi yg baru saja memutuskan rantai dari selutuh tubuh ku.
"memangnya bisa?" tanyaku
"memang begitu cara kerja dunia ini, saat seseorang di bunuh, para korban bisa kembali mencari si pembunuhnya, ayo aku tunjukan portalnya " jelasnya lagi
" tunggu, bisakah kau bebaskan pria yg dirantai tadi, aku yakin dia bisa membantuku " pinta ku pada pria aneh tadi.
" baiklah, ayo"
"terimakasih"
lalu pria itu mengambil potongan rantai yg sebelumnya ingin melilit tubuhku, dengan sedikit usaha dia berhasil merubah potongan rantai itu menjadi pisau yg pernah aku lihat sebelumnya. dengan secepat kilat dia melempar pisau itu pada lilitan rantai di tubuh the A.
Criiiiing......
rantai yg melilit pria itu hancur. aku masih penasaran apa yg akan dia lakukan setelah ini. ternyata dia tidak bergerak, terpaksa aku menyeret tubuhnya menjauh dari rantai-rantai yg ingin melilit tubuhnya lagi. kemudian....
" sialan....." gerutu pria yg baru saja sadar ini
"hey apa kau ingat namamu?"tanyaku
" tentu saja aku the A, bodoh.lalu kau ini siapa dan di mana ini?" tanya dia lagi
"ini bukan lelucon atau mimpi, tapi kita benar-benar di neraka, dan aku baru saja menjauhkan mu dari benda yg menghancurkan mu itu" jawabku
" oh akhirnya kita mati juga ya, sekarang aku ingat kalau kau itu Shinda, wanita dengan mode Hysteria itu hahaha,baiklah sekarang apa?"
"pria ini bilang kalau kita bisa kembali ke dunia manusia dan membalas dendam, apa kau mau ikut ?" tanya ku
" ooh tentu saja aku akan ikut dengan mu, tapi siapa pembunuh mu?"
"aku tau " jawab pria aneh yg dari tadi berada di belakangku
"hey kau ini siapa ?" tanya the A
" aku R, dan aku yg mempercepat kematian mu, bodoh." jawab pria itu
aku terkejut tapi the A terlihat lebih marah dari yang aku bayangkan, dia langsung melompat kearah pria asing tadi tapi malah dia yang terpental kearah batuan yg membara.
" hei, sudahlah. ada cara yg lebih baik untuk menyelesaikan masalah dari pada sekedar saling membunuh" bentak ku pada kedua pria itu.
" kita sudah di neraka dan kita masih mencoba untuk saling membunuh, sudahlah A. walau di seribu kehidupan aku masih lebih baik dari mu" kata R dingin
" oke oke, saat ini kau menang, sekarang tunjukan jalan pulang kami" pinta the A
" sebelum itu kau harus tau, kalau pembunuh Sinda adalah Dr.infected" jelas R
"hah si kutu buku, aku juga ragu kalau dia bisa membunuh " ejek the A
" kau jangan remehkan pria ini,A. asal tau saja, pria ini adalah dalang dari semua pembantaian member HPI, dia juga penyebab aku berada di sini"
"jadi setelah kau membunuh ku, dia juga mengirimmu kembali ke neraka?"
"ya, dia juga menguasai kimia, kedokteran, juga ilmu sihir" jelas R
" ya sudah, jadi di mana portalnya?" tanya ku
"maaf mengecewakan mu, tapi memang tidak pernah ada portal sebelumnya" jelasnya lagi
" tapi kau bilang tadi aku bisa lewat portal " kataku
" kau pikir, kita ini dimana, sadarlah kita ini di neraka, kalau ada portal pasti semua orang yg ada di sini bisa semauya keluar" jelanya lagi
"lalu apa maksudmu dengan portal?" tanya the A
" kau harus membuatnya sendiri" bentak R
Lalu telunjuknya mengarah kelangit hitam legam itu, ada setitik cahaya putih dan cuma satu satunya yg bisa kulihat di langit hitam itu.
"pegang ini" kata R sambil mengulurkan rantai padaku dan the A yg sudah di ikat pada tombak besar dan runcing
"apa ini?" tanyaku
"begitu aku melempar tombak ini pada titik putih itu kalian juga akan terbawa bersama benda ini, jadi pastikan kau sudah berpegang erat" jelasnya
"apa tidak ada cara yang lebih aman dan nyaman" tanya the A
"tentu saja ada, dulu waktu aku akan keluar dari sisi, tidak ada yang akan melemparkan tombak ini agar aku bisa keluar, jadi aku menunggu gunung berapi yg ada disebelah sana itu meledak dan ikut bersama api dan batuannya, kalian ingin mencobanya?" tanya pria itu sambil tersenyum gila
"tidak, terima kasih"jawab the A
"baikalah, sekarang berpegangan, saat hampir mencapai titik putih itu lepaskan tombaknya" jelas R
"lalu bagaimana dengam mu R"tanya ku cemas
"aku akan tetap disini dan melanjutkan hukuman ku" jawabnya
"oh iya, ini A aku beri kau sufenir dari neraka" kata R yg sambil menjejalkan rantai dan dua pisau kecil kedalam perut the A.
Jeritan the A, di ikuti lemparan tombak R kami berdua seketika melesat tinggi kearah titik putih itu bersama tombak yg makin panas ini, semakin tinggi kami menuju titik putih itu dan R terlihat melambai kecil dari dasar neraka.
Beberapa saat setelah melepas tombak itu, tubuh kami seperti menabrak sesuatu dan
Duuaarrr.....
hancur perkeping-keping. Tidak di sangka-sangka daging dan tulang serta kulit kami sudah menyatu lagi. aku menarik nafas panjang. sambil meraba permukaan tanah akhirnya aku sadar aku sudah ada di dunia manusia lagi, pandangan ku masih buram tapi aku bisa melihat dengan jelas kalau the A memandangi tubuhku dan dia tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, ku terbelalak kaget, dan menutup wajah ku.
" hey, dasar mesum. kenapa kau tidak pakai bajumu" bentak ku pada A
" waw..Shinda, sepertinya kau merawat tubuhmu dengan baik ya, aku penasaran apa kau masih perawan ?"
Aku sadar, jika setelah ledakan tadi pakaian the A hancur, berarti aku juga begitu, kurasakan angin dingin meniup lembut bagian perut ku.
" Dasar pria mesum, berhenti menatapku, dan cari beberapa kain yg bisa aku pakai huuuh" bentakku pada the A yg langsung beranjak pergi
"ok ok, kau tidak perlu mengunakan mode Hysteria mu kan " balasnya
tak berapa lama The A kembali dengan mengenakan celana loreng panjang dan Hoody merah yg hampir sama dengan warna kulitnya saat sedang marah, juga gaun ungu untukku.
" gaun itu terlihat cocok untuk mu" katanya
"sebaiknya berenti memandangi pakaian ku dan mulai mencari tau di mana pembunuh itu " jelasku
tiba-tiba bagian perut the A memanas, sampai dia tidak tahan dan menarik keluar senjata yg dititipkan R dari neraka sebelumnya
"baiklah ayo kita kembali membunuh" senyum A merekah
Bersambung
ini sangat panas dan sangat manyakitkan, bagaimana ini bisa menimpaku. aaah seseorang tolong aku.
kubuka perlahan mataku yg sudah mendidih karena pananya tempat ini, dan rantai besi serta kail-kail raksasa mengikat dan menghujam tubuh kecilku ini.
Dimana-mana hanya kobaran api dan batu-batuan yg membara, langit terlihat hitam legam, tak menampakan satu bintang pun. aku masih bertanya di mana aku ini...
............
Kucoba melangkah perlahan pada tanah yg seperti dasar gunung betapi ini, setiap langkah membuat sekujur tubuhku meleleh, namun aku heran seharusnya aku sudah jadi abu saat ini, namun tubuh ini masih saja utuh.
Aku terus berjalan melewati padang api ini sambil mencari-cari tempat yg mungkin lebih nyaman, tapi tidak juga kutemukan.
lalu seseorang menepuk bahuku dari belakang, membuatku cukup terkejut.
" apa yang kau cari?" tanya pria misterius itu
" tentu saja mencari tempat aman, dasar bodoh " bentak ku pada pria itu.
" dengan cara bicara sekasar itu, kau memang pantas berada di tempat ini " jawabnya
"apa ?" aku terkejut
"memangnya di mana aku ini?" tanyaku lagi
"selamat datang di neraka, gadis kecil" jawabnya
"ini bukan lelucon dasar bodoh,kalau ini memang neraka kenapa kau tidak terlihat kesakitan atau kepanasan?" bentakku padanya lagi
"kau akan terbiasa, ayo ikut aku. ada yg ingin aku tunjukan padamu" katanya sambil beranjak pergi
akupun mengikutinya dan masih tidak percaya dengan tempat ini.
Duaaaar....blarrrr....buuuum...
di depan terlihat seorang pria yg di cambuk dengan benda seperti api dan menjilat kulit pria itu.
Buuuum.....
dalam sekali cambuk pria itu hancur berkeping-keping, sesaat kemudian daging dan tulang serta kulitnya menyatu kembali, lalu proses itu terulang kembali
Buuumm.......
"siapa dia?" tanyaku pada pria musterius ini
"pria itu masuk kesini lebih dulu sebelum kau" jawabnya
Aku baru ingat kalau itu The A, dia terbunuh sesaat sebelum aku. Sekarang aku baru sadar kalau ini neraka, tempat berakhirnya semua hal.
Buuum.....
Suara itu mengejutkanku lagi.aku terduduk pasrah pada tanah yg membara ini tanpa peduli sakit dan panasnya, aku rasa aku mulai terbiasa.
Buuum.....
jeritan pria itu membuatku tak bisa menahan tangis penyesalan ini, Kulihat rantai-rantai besi membara mulai merayap dan mulai menjerat tanganku, ya aku rasa penyiksaanku akan segera di mulai, kulemaskan saja segala organ tubuhku. pasrah dan berharap ini bisa berakhir dengan cepat, air mata meleh dari pipi kecil ku ini.
Criiing..........
rantai itu putus, aku merasa bisa bergerak lagi. ada apa ini, pikirku ?
" kau yakin tidak ingin pergi dari sini dan membalas dendammu gadis kecil " kata pria tadi yg baru saja memutuskan rantai dari selutuh tubuh ku.
"memangnya bisa?" tanyaku
"memang begitu cara kerja dunia ini, saat seseorang di bunuh, para korban bisa kembali mencari si pembunuhnya, ayo aku tunjukan portalnya " jelasnya lagi
" tunggu, bisakah kau bebaskan pria yg dirantai tadi, aku yakin dia bisa membantuku " pinta ku pada pria aneh tadi.
" baiklah, ayo"
"terimakasih"
lalu pria itu mengambil potongan rantai yg sebelumnya ingin melilit tubuhku, dengan sedikit usaha dia berhasil merubah potongan rantai itu menjadi pisau yg pernah aku lihat sebelumnya. dengan secepat kilat dia melempar pisau itu pada lilitan rantai di tubuh the A.
Criiiiing......
rantai yg melilit pria itu hancur. aku masih penasaran apa yg akan dia lakukan setelah ini. ternyata dia tidak bergerak, terpaksa aku menyeret tubuhnya menjauh dari rantai-rantai yg ingin melilit tubuhnya lagi. kemudian....
" sialan....." gerutu pria yg baru saja sadar ini
"hey apa kau ingat namamu?"tanyaku
" tentu saja aku the A, bodoh.lalu kau ini siapa dan di mana ini?" tanya dia lagi
"ini bukan lelucon atau mimpi, tapi kita benar-benar di neraka, dan aku baru saja menjauhkan mu dari benda yg menghancurkan mu itu" jawabku
" oh akhirnya kita mati juga ya, sekarang aku ingat kalau kau itu Shinda, wanita dengan mode Hysteria itu hahaha,baiklah sekarang apa?"
"pria ini bilang kalau kita bisa kembali ke dunia manusia dan membalas dendam, apa kau mau ikut ?" tanya ku
" ooh tentu saja aku akan ikut dengan mu, tapi siapa pembunuh mu?"
"aku tau " jawab pria aneh yg dari tadi berada di belakangku
"hey kau ini siapa ?" tanya the A
" aku R, dan aku yg mempercepat kematian mu, bodoh." jawab pria itu
aku terkejut tapi the A terlihat lebih marah dari yang aku bayangkan, dia langsung melompat kearah pria asing tadi tapi malah dia yang terpental kearah batuan yg membara.
" hei, sudahlah. ada cara yg lebih baik untuk menyelesaikan masalah dari pada sekedar saling membunuh" bentak ku pada kedua pria itu.
" kita sudah di neraka dan kita masih mencoba untuk saling membunuh, sudahlah A. walau di seribu kehidupan aku masih lebih baik dari mu" kata R dingin
" oke oke, saat ini kau menang, sekarang tunjukan jalan pulang kami" pinta the A
" sebelum itu kau harus tau, kalau pembunuh Sinda adalah Dr.infected" jelas R
"hah si kutu buku, aku juga ragu kalau dia bisa membunuh " ejek the A
" kau jangan remehkan pria ini,A. asal tau saja, pria ini adalah dalang dari semua pembantaian member HPI, dia juga penyebab aku berada di sini"
"jadi setelah kau membunuh ku, dia juga mengirimmu kembali ke neraka?"
"ya, dia juga menguasai kimia, kedokteran, juga ilmu sihir" jelas R
" ya sudah, jadi di mana portalnya?" tanya ku
"maaf mengecewakan mu, tapi memang tidak pernah ada portal sebelumnya" jelasnya lagi
" tapi kau bilang tadi aku bisa lewat portal " kataku
" kau pikir, kita ini dimana, sadarlah kita ini di neraka, kalau ada portal pasti semua orang yg ada di sini bisa semauya keluar" jelanya lagi
"lalu apa maksudmu dengan portal?" tanya the A
" kau harus membuatnya sendiri" bentak R
Lalu telunjuknya mengarah kelangit hitam legam itu, ada setitik cahaya putih dan cuma satu satunya yg bisa kulihat di langit hitam itu.
"pegang ini" kata R sambil mengulurkan rantai padaku dan the A yg sudah di ikat pada tombak besar dan runcing
"apa ini?" tanyaku
"begitu aku melempar tombak ini pada titik putih itu kalian juga akan terbawa bersama benda ini, jadi pastikan kau sudah berpegang erat" jelasnya
"apa tidak ada cara yang lebih aman dan nyaman" tanya the A
"tentu saja ada, dulu waktu aku akan keluar dari sisi, tidak ada yang akan melemparkan tombak ini agar aku bisa keluar, jadi aku menunggu gunung berapi yg ada disebelah sana itu meledak dan ikut bersama api dan batuannya, kalian ingin mencobanya?" tanya pria itu sambil tersenyum gila
"tidak, terima kasih"jawab the A
"baikalah, sekarang berpegangan, saat hampir mencapai titik putih itu lepaskan tombaknya" jelas R
"lalu bagaimana dengam mu R"tanya ku cemas
"aku akan tetap disini dan melanjutkan hukuman ku" jawabnya
"oh iya, ini A aku beri kau sufenir dari neraka" kata R yg sambil menjejalkan rantai dan dua pisau kecil kedalam perut the A.
Jeritan the A, di ikuti lemparan tombak R kami berdua seketika melesat tinggi kearah titik putih itu bersama tombak yg makin panas ini, semakin tinggi kami menuju titik putih itu dan R terlihat melambai kecil dari dasar neraka.
Beberapa saat setelah melepas tombak itu, tubuh kami seperti menabrak sesuatu dan
Duuaarrr.....
hancur perkeping-keping. Tidak di sangka-sangka daging dan tulang serta kulit kami sudah menyatu lagi. aku menarik nafas panjang. sambil meraba permukaan tanah akhirnya aku sadar aku sudah ada di dunia manusia lagi, pandangan ku masih buram tapi aku bisa melihat dengan jelas kalau the A memandangi tubuhku dan dia tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, ku terbelalak kaget, dan menutup wajah ku.
" hey, dasar mesum. kenapa kau tidak pakai bajumu" bentak ku pada A
" waw..Shinda, sepertinya kau merawat tubuhmu dengan baik ya, aku penasaran apa kau masih perawan ?"
Aku sadar, jika setelah ledakan tadi pakaian the A hancur, berarti aku juga begitu, kurasakan angin dingin meniup lembut bagian perut ku.
" Dasar pria mesum, berhenti menatapku, dan cari beberapa kain yg bisa aku pakai huuuh" bentakku pada the A yg langsung beranjak pergi
"ok ok, kau tidak perlu mengunakan mode Hysteria mu kan " balasnya
tak berapa lama The A kembali dengan mengenakan celana loreng panjang dan Hoody merah yg hampir sama dengan warna kulitnya saat sedang marah, juga gaun ungu untukku.
" gaun itu terlihat cocok untuk mu" katanya
"sebaiknya berenti memandangi pakaian ku dan mulai mencari tau di mana pembunuh itu " jelasku
tiba-tiba bagian perut the A memanas, sampai dia tidak tahan dan menarik keluar senjata yg dititipkan R dari neraka sebelumnya
"baiklah ayo kita kembali membunuh" senyum A merekah
Bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar