Rabu, 29 April 2015

Knife and Rose / 3 (The Hysteria)





 
Created by Mila (Shinda) & Aditya (Anonymous)

Sudut pandang Shinda

******************************************************************

Gemuruh suara guntur, kilatan cahaya dari langit berpetir, rintik hujan. semuanya bisa kurasakan seperti dalam gerakan lambat. begitu menyakitkan untuk dinikmati tapi inilah yg terjadi.
 Anon, pria yg sebelumnya ada di smping ku tiba-tiba terduduk meringis, sebuah pisau dengan corak bungan mawar pada gagangnya menunjukan jelas siapa pemiliknya.

"Redlily"
gumam Anon

"siapa?"
 tanya ku yg masih bingung


Tak lama setelah darah Anon yang kehitaman menetes di lantai lembab, barulah sosok itu terlihat. pria dengan Tuxedo yang agak kumal dan topi yg berhiaskan mawar merah melirik tajam kearah kami berdua, tanpa ekpresi yg jelas dia lngsung menendang tubuh mungilku keluar dari tepar berbau amis dan lembab itu.

“BRUUUK....!”

Lumpur dan air hujan tidak ku pedulilan lagi, sudah jelas pria aneh itu ingin mebunuh kami berdua tapi kenapa? kenapa? aku berlari kearah bagunan kecil itu lagi, seketika aku berhenti.
Kulihat cairan merah mulai menetes dari mata kiri ku.

"oh tidak jangan sekarang. tidak mungkin hysteria mode bisa aku aktifkan sekarang atau Anon juga bisa terbunuh"
kata ku dalam hati

“BUUMMMM...... DUARRRR....!”

Suara guntur di iringi suara ledakan dari dalam tempat itu terdengar menggema. sesaat kemudia Anon terpental keluar dengan lengan hampir putus. aku langsung menahan tubuh Anon di pangkuanku.

" sial, dia kuat juga, dan tidak main-main"
 gerutu Anon

"bagaimana ini?"
tanya ku kalap

Pria asing itu terus mendekat masih tanpa suara dan ekspresi yg tidak jelas. aku agak terkejut ternyata dia pria yg pernah bergabung dalam Tim Horrible. Sekejap Anon berdiri dan merapikan jaketnya, wajahnya sudah berubah lebih santai.

"hei bung, ini adalah kesalahan besar yg pernah kau buat"
kata Anon sambil berdiri dan melonggarkan bagian tangannya yg hampir putus tadi.

"Anon, jika dia bisa membuatmu seperti ini, berarti dia juga bisa membunuh kita"
kataku ragu

"belive me honey, this guy doesn't really know about The Horrible curse that i'll gave to him"
kata Anon mencoba menenangkan ku.

Seketika cairan merah membara keluar dari luka di tangan Anon yg di buat pria tadi, bunyi tulang yg bergemeretak serta daging yg lunak tampak menyatu kembali seperti semula, sesaat kemudian tangan Anon pulih, senyumnya merekah seperti biasanya tapi pria asing tadi masih tanpa ekpresi memandangi kami.

" ayo kita selesaikan dia"
ajak ku sambil berdiri disamping Anon

"tidak per...."

Belum selesai Anon dengan perkataannya, pisau yang sama sudah mendarat lagi di dada kirinya, aku tersentak, pisau itu harusnya mengenai jantungnya, tapi dia malah memberi aba-aba agar aku sedikit menjauh, sambil melangkah maju dia melelehkan pisau di dadanya hanya dengan genggaman sesaat.

"setelah semua siksaan yg aku dapat di neraka, kau pikir benda menyedihkan ini bisa menyakiti ku?"
tegas Anon dengan wajah bengis

“WUUUSSSSS....... WUUUSSSSS......”

Saking cepatnya, gerakan menyerang Anon bahkan hampir tidah terlihat, rintik air hujan dan suara petir menyatu bersama suara logam yg saling beradu, sampai dua sosok pria yg saling membunuh itu tidak terlhat lagi karena kecepatan yg luar biasa.

“TREESSSS.....”

Pria dengan Tuxedo terpental jauh membentur permuaan tanah basah.

“WUUSSSSSS.....”

Sekejap Anon ada di samping ku lagi dan merangkul bahuku dengan senyum gila seperti biasanya.

"honey, may i ask you something?"
tanya Anon

"What is it?"

"what kind of curse do you like?"
 tanya Anon lagi

"How about burn"
jawab ku

"okay Honey, just stay here and i'll burn down this Shit"
jawabnya seraya mengeluarkan pisau berantai yg sebelunya di titipkan oleh R

Pria asing itu menegadahkan tangan kearah langit dan mengucap sesuatu seperti mantra, tak lama setelah itu hujan makin deras dan.....

“CRIINGG.....”

Pisau Anon mampu memotong tagan pria itu dari jarak 10 meter dengan rantai yg terus membara yg langsung melilit tubuh pria itu, masih tanpa suara namun ekpresinya jelas dengan wajah penuh kesengsaraan.

“yey ...honey burn him down"
teriak ku dari tempatku berdiri.

Tanpa basabasi Anon langsung menancapkan dua pisaunya sekaligus pada punggung pria yg sudah terlilit rantai tadi, lalu berteriak sambil melangkah mundur.

"THIS IS THE HORRIBLE CURSE"

“AAARRGHH.....PRCAAKKKKK.....”

Tubuh pria itu pecah dan berhambur seperti potongan daging gosong yg tak berbentuk lagi.

"Hey Shinda kemarilah"
Ajak Anon

" yup, dia terbakar"
seru ku gembira

"aku persembahan kutukan tadi untukmu my dark angel"
rayu Anon

"it so sweet"

"hey....bau apa ini?"
wajah Anon berubah serius

"bau tubuh orang itu"
jawabku

"tidak tidak, ini semacam bau..., oh ya ampun"

Senyum Anon merekah lagi saat melihat sekumpulan orang dengan Tuxedo yg sama seperti pria yg baru saja dia panggang tadi, jelas niat mereka bukan untuk negosiasi atau semacamnya dan sebagian dari mereka terlihat mengeluarkan pisau yg sama.

“sekumpulan anggota dari makhluk ini, ya bisa kubilang merekalah anggota J.O.N.E.S”
Kata Anon

Anon tersenyum ke arahku, seperti memberi ku isyarat kalau ini adalah waktu yg tepat untuk Ber-Hysteria mode. kubalas senyumnya dengan mengedipkan sebelah mata dan senyum yg menurutku cukup Cute, dikecupya ujung jariku sembari membersilahkan sebuah jamuan kematian besar besaran, setelah Anon menjauh, aku mulai peroses Hysteria. Sebuah dendangan lagu pendek aku nyanyikan sambil menundukan kepala, cairan merah mulai membasahi pipi pucat ku.

"Red nights, white knights, marching into the fight Drink me, shrink me, fill me to sink me"

semakin kunyanyikan lagu ini kesadaranku mulai memudar.

"Red nights, white knights, marching into the fight Drink me, shrink me, fill me to sink me"

"oooh i love that song"
kata Anon dari atas atap bangunan

SEKETIKA.....!

**********************************************************************

Aku masih bisa melihat mereka berhamburan karena beringasnya tubuh ini dan samar-samar Suara......jeritan......mereka yg habis oleh kesengsaraan, inilah hysteria mode, hanya itu yang bisa aku rasakan dan dengarkan, namun tubuhku terus mengamuk tanpa bisa aku kendalikan.

“aku.......aku..... di mana aku?"

Pertanyaan itu yg ku ucapkan saat aku sadar aku terbaring dengan gaun ku yg basah kuyup oleh genangan air hujan yg sudah tercampur darah dari sisa jamuan kematian besar-besaran tadi. Terlihat Anon tersenyum dan aku merasakan dia menggendong tubuhku, dan kamipun pergi di sertai rintik hujan yang mereda.

" You are my beautiful Dark Angel"

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar