Created by Mila (Shinda)
& Aditya (Anonymous)
Sudut pandang Shinda
******************************************************************
Gemuruh suara guntur,
kilatan cahaya dari langit berpetir, rintik hujan. semuanya bisa kurasakan seperti
dalam gerakan lambat. begitu menyakitkan untuk dinikmati tapi inilah yg
terjadi.
Anon, pria yg sebelumnya ada di smping ku
tiba-tiba terduduk meringis, sebuah pisau dengan corak bungan mawar pada
gagangnya menunjukan jelas siapa pemiliknya.
"Redlily"
gumam Anon
"siapa?"
tanya ku yg masih bingung
Tak lama setelah darah Anon yang kehitaman menetes di lantai lembab, barulah sosok itu terlihat. pria dengan Tuxedo yang agak kumal dan topi yg berhiaskan mawar merah melirik tajam kearah kami berdua, tanpa ekpresi yg jelas dia lngsung menendang tubuh mungilku keluar dari tepar berbau amis dan lembab itu.
“BRUUUK....!”
Lumpur dan air hujan
tidak ku pedulilan lagi, sudah jelas pria aneh itu ingin mebunuh kami berdua
tapi kenapa? kenapa? aku berlari kearah bagunan kecil itu lagi, seketika aku
berhenti.
Kulihat cairan merah
mulai menetes dari mata kiri ku.
"oh tidak jangan
sekarang. tidak mungkin hysteria mode bisa aku aktifkan sekarang atau Anon juga
bisa terbunuh"
kata ku dalam hati
“BUUMMMM...... DUARRRR....!”
Suara guntur di iringi
suara ledakan dari dalam tempat itu terdengar menggema. sesaat kemudia Anon
terpental keluar dengan lengan hampir putus. aku langsung menahan tubuh Anon di
pangkuanku.
" sial, dia kuat
juga, dan tidak main-main"
gerutu Anon
"bagaimana
ini?"
tanya ku kalap
Pria asing itu terus
mendekat masih tanpa suara dan ekspresi yg tidak jelas. aku agak terkejut
ternyata dia pria yg pernah bergabung dalam Tim Horrible. Sekejap Anon berdiri
dan merapikan jaketnya, wajahnya sudah berubah lebih santai.
"hei bung, ini
adalah kesalahan besar yg pernah kau buat"
kata Anon sambil
berdiri dan melonggarkan bagian tangannya yg hampir putus tadi.
"Anon, jika dia
bisa membuatmu seperti ini, berarti dia juga bisa membunuh kita"
kataku ragu
"belive me honey,
this guy doesn't really know about The Horrible curse that i'll gave to
him"
kata Anon mencoba
menenangkan ku.
Seketika cairan merah
membara keluar dari luka di tangan Anon yg di buat pria tadi, bunyi tulang yg
bergemeretak serta daging yg lunak tampak menyatu kembali seperti semula, sesaat
kemudian tangan Anon pulih, senyumnya merekah seperti biasanya tapi pria asing
tadi masih tanpa ekpresi memandangi kami.
" ayo kita
selesaikan dia"
ajak ku sambil berdiri
disamping Anon
"tidak
per...."
Belum selesai Anon
dengan perkataannya, pisau yang sama sudah mendarat lagi di dada kirinya, aku
tersentak, pisau itu harusnya mengenai jantungnya, tapi dia malah memberi
aba-aba agar aku sedikit menjauh, sambil melangkah maju dia melelehkan pisau di
dadanya hanya dengan genggaman sesaat.
"setelah semua
siksaan yg aku dapat di neraka, kau pikir benda menyedihkan ini bisa menyakiti
ku?"
tegas Anon dengan
wajah bengis
“WUUUSSSSS....... WUUUSSSSS......”
Saking cepatnya,
gerakan menyerang Anon bahkan hampir tidah terlihat, rintik air hujan dan suara
petir menyatu bersama suara logam yg saling beradu, sampai dua sosok pria yg
saling membunuh itu tidak terlhat lagi karena kecepatan yg luar biasa.
“TREESSSS.....”
Pria dengan Tuxedo
terpental jauh membentur permuaan tanah basah.
“WUUSSSSSS.....”
Sekejap Anon ada di
samping ku lagi dan merangkul bahuku dengan senyum gila seperti biasanya.
"honey, may i ask
you something?"
tanya Anon
"What is it?"
"what kind of
curse do you like?"
tanya Anon lagi
"How about
burn"
jawab ku
"okay Honey, just
stay here and i'll burn down this Shit"
jawabnya seraya
mengeluarkan pisau berantai yg sebelunya di titipkan oleh R
Pria asing itu
menegadahkan tangan kearah langit dan mengucap sesuatu seperti mantra, tak lama
setelah itu hujan makin deras dan.....
“CRIINGG.....”
Pisau Anon mampu
memotong tagan pria itu dari jarak 10 meter dengan rantai yg terus membara yg langsung
melilit tubuh pria itu, masih tanpa suara namun ekpresinya jelas dengan wajah
penuh kesengsaraan.
“yey ...honey burn him
down"
teriak ku dari
tempatku berdiri.
Tanpa basabasi Anon
langsung menancapkan dua pisaunya sekaligus pada punggung pria yg sudah
terlilit rantai tadi, lalu berteriak sambil melangkah mundur.
"THIS IS THE
HORRIBLE CURSE"
“AAARRGHH.....PRCAAKKKKK.....”
Tubuh pria itu pecah
dan berhambur seperti potongan daging gosong yg tak berbentuk lagi.
"Hey Shinda
kemarilah"
Ajak Anon
" yup, dia
terbakar"
seru ku gembira
"aku persembahan
kutukan tadi untukmu my dark angel"
rayu Anon
"it so
sweet"
"hey....bau apa
ini?"
wajah Anon berubah
serius
"bau tubuh orang itu"
jawabku
"tidak tidak, ini
semacam bau..., oh ya ampun"
Senyum Anon merekah
lagi saat melihat sekumpulan orang dengan Tuxedo yg sama seperti pria yg baru
saja dia panggang tadi, jelas niat mereka bukan untuk negosiasi atau semacamnya
dan sebagian dari mereka terlihat mengeluarkan pisau yg sama.
“sekumpulan anggota
dari makhluk ini, ya bisa kubilang merekalah anggota J.O.N.E.S”
Kata Anon
Anon tersenyum ke
arahku, seperti memberi ku isyarat kalau ini adalah waktu yg tepat untuk
Ber-Hysteria mode. kubalas senyumnya dengan mengedipkan sebelah mata dan senyum
yg menurutku cukup Cute, dikecupya ujung jariku sembari membersilahkan sebuah
jamuan kematian besar besaran, setelah Anon menjauh, aku mulai peroses
Hysteria. Sebuah dendangan lagu pendek aku nyanyikan sambil menundukan kepala,
cairan merah mulai membasahi pipi pucat ku.
"Red nights,
white knights, marching into the fight Drink me, shrink me, fill me to sink
me"
semakin kunyanyikan
lagu ini kesadaranku mulai memudar.
"Red nights,
white knights, marching into the fight Drink me, shrink me, fill me to sink
me"
"oooh i love that
song"
kata Anon dari atas
atap bangunan
SEKETIKA.....!
**********************************************************************
Aku masih bisa melihat
mereka berhamburan karena beringasnya tubuh ini dan samar-samar
Suara......jeritan......mereka yg habis oleh kesengsaraan, inilah hysteria
mode, hanya itu yang bisa aku rasakan dan dengarkan, namun tubuhku terus
mengamuk tanpa bisa aku kendalikan.
“aku.......aku..... di
mana aku?"
Pertanyaan itu yg ku
ucapkan saat aku sadar aku terbaring dengan gaun ku yg basah kuyup oleh
genangan air hujan yg sudah tercampur darah dari sisa jamuan kematian
besar-besaran tadi. Terlihat Anon tersenyum dan aku merasakan dia menggendong
tubuhku, dan kamipun pergi di sertai rintik hujan yang mereda.
" You are my
beautiful Dark Angel"
Bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar