Created by Mila (Shinda) & Aditya (Anonymous)
Sudut Pandang Shinda
******************************************
******************************************
Bergema....
Suara teriakan Anon yg mengutuk kepergian sosok aneh tadi
memecah malam. Aku masih tak percaya
pada apa yg aku lihat. Anon memiliki
perubahan bentuk tubuh yg hampir sama seperti Hysteria.
"sweety, are you okay"
"yeah, i'm
fine"
suara Anon memecah
lamunanku
"boleh kulihat
lukamu?"
Tanyaku
kata Anon sambil beranjak sesaat setelah meletakkan lengan
yg putus itu pada tempatnya, daging dan tulangnya langsung bereaksi dan pulih
secata instan.
Tubuhku belum bisa beregerak banyak karena menggunakan
Hysteria mode cukup lama.
"thanks Honey"
suara Anon gemetar
"kau cukup kuat menahan rasa sakit, tapi kau bukan tipe
pembohong yg kreatif, aku tau tidak ada yg cukup kuat untuk memutuskan lenganmu
kecuali Hysteria mode milik ku"
Jelasku
"oh it's okay dear, you don't have to apologize"
katanya mencoba menenangkan ku aku tersenyum kecil
"thats the
smile"
lanjutnya sambil balas tersenyum
**************************************************
Siang hari kami terus
melanjutkan perjalanan, tidak peduli pada keramaian orang yg menatap kami
seperti orang aneh. Ku gandeng tangan Anon dan terus menuntungnya kearah
pinggir kota.
"hei, kau sudah menggandeng tangan ku dari tadi pagi
dan kita sudah berjalan ratusan block melintasi beberapa pemukiman , kau yakin
tidak ingin istirahat dulu?"
Tidak kurespon perkataan Anon dan terus saja berjalan
menuntunnya menjauh dari keramaian kota. matahari mulai meredup, walau masih
sore suasana di kota ini cukup gelap. dan tibalah kami di pemakaman tua ‘OWL
PARK’, suasananya sepi, kabut putih membatasi penglihatan, batu nisan tua dan
cabang-cabang pohon kering yg sudah tidak berdaun lagi tampak menghiasi
kesunyian tempat ini
"sebaiknya kau
punya alasan masuk akal, kenapa kau mengajakku ketempat sepi membosankan
ini?"
tanya Anon
Aku masih tidak
memperdulikan omongannya sambil mendekat kearahnya, Anon masih tampak bingung.
"oh we can't having sex here, Honey"
rayu Anon
“Plaaak.....!”
"hey, kenapa kau menampar ku?"
tanya Anon bingun
"dasar otak mesum, pikiran ku tidak sampai kearah situ,
dasar kau"
bentak ku padanya
"jadi, apa yg kita lakukan di sini?"
"Anon, Aku takut"
keluh ku kami terdiam sesaat
Lirih angin mulai meniup dedaunan kering dan bebatuan pucat,
seolah mengajak kami untuk pergi.
"belum pernah aku melihatmu sampai setakut ini,
bicaralah"
katanya sambil memberi pelukan kecil dari belakangku, hangat
tubuhnya bisa ku rasakan.
"aku merasa kalau pria yg semalam itu bisa
mengendalikan ku"
"tapi, bagaimana bisa"
tanya Anon mulai serius
"dia menceritakan sepotong cerita menakutkan pada ku
sebelum aku masuk dalam Hysteria mode"
Jelasku
"apa itu yg membuatmu sampai ketakutan seperti
ini?"
"iya"
jawab ku
"baiklah ayo ceritakan, mungkin aku bisa sedikit
menenangkanmu"
"saat kau sibuk dengan pasukan yg bisa hidup kembali
tadi malam, dia bilang kalau aku adalah salah satu percobaan Dr.Infected yg
gagal, dia juga bilang kalau Hysteria mode itu cuma kesalahan kecil yg dia buat
dan harus di musnahkan, aku juga ingat pada malam terakhir kita berperang
bersama R saat kau menyelinap masuk di bangunan milik baltazard, dia
berpura-pura bertanya (apa kita pernah bertmu sebelumnya nona) pertanyaan itu
yg aku ingat, dia tau kalau R akan membantu kita kluar dari neraka, dan kembali
untuk membunuhnya"
Jelasku
"lalu bagaimana dia bisa mengendalikan Hysteria mode
dan menjadikan ku target tunggal?"
tanya Anon
"dia menyanyikan lagu yg sama yg sering terdengar di
kepalaku, lagu itu membuatku tidak bisa mengendalikan diri, dan di akhir lagu
itu dia menyebutkan namamu, setelah itu kesadaranku hilang, dan mungkin juga
itu yg membuatmu jadi target tungal dari Hysteria mode"
jelasku lagi
"lagu macam apa yg kau maksud?"
"sama seperti lagu yg aku nyanyikan sebelum memulai
proses Hysteria"
Jawabku
"itu membuktikan bahwa dia tau semua tentangmu"
kata Anon dengan wajah serius
Kami masih terdiam, mencoba mememdam rasa takut ini,
ternyata walau dengan tubuh orang mati, rasa takut masih bisa kami rasakan.
"We can learn to control it"
kata Anon seraya menepuk bahuku
"control what?"
Tanyaku
"your Hysteria!"
tegasnya sambil beranjak, aku terkejut dan langsung menarik
tangannya
"wait wait, do you know what kind of monster who live
inside of my body?"
tanyaku tegas
"itu bukan monster, itu anugrah dan kau harus bisa
mengendalikannya"
"tapi bagaimana bisa, ratusan kali aku mencoba, dan
hasilnya aku terbangun di tengah-tengah mayat yg bergelimpangan, bagaimana kau
bisa sebut itu anugrah"
Timpalku
"anugrah atau kutukan, hanyalah masalah sudut pandang,
jangan takut, tidak peduli berapa banyak serangan yg aku dapat yg penting kau
harus mencobanya"
Tambah Anon
"Anon, aku tidak bisa!"
"jika ada yg bisa mengendalikan Hysteria mode,
seharusnya itu kau, dan bukan mereka yg berusaha memusnahkanmu. sekarang
nyanyikan lagu itu"
tegas Anon "apa, sekarang?"
"lalu kapan lagi?"
Balasnya
"kau yakin?"
"tentu saja, ayo"
ajaknya serius
TIBA-TIBA....!
Terdengar suara lain yg menyanyikan lagu itu
"Red nights, white knights, marching into the fight
Drink me, shrink me, fill me to sink me”
"tunggu...siapa yg menyanyikan lagu itu"
tanyaku pada Anon
"di sana.!"
kata Anon seraya menunjuk kearah batu nisan besar dan tampak
seseorang sudah berdiri di atasnya.
Pandanganku mulai buram, karena efek dari lagu itu.aku
berusaha menutup telinga agar tidak terpengaruh.
"Anon......hentikan dia sebelum dia menyebut namamu di
bait akhir lagu itu....!"
Pintaku
"oh shit....."
“Wuuussss....!”
Anon melempar pisau dengan rantai dan langsung menancap pada
alis pria tadi, dan langsung menariknya. sesaat tubuh pria itu melayang di
udara dan seketika leher pria itu sudah ada pada genggaman Anon.
"kau licik, dan pengecut, bukan kau yg aku minta untuk
menyanyi tadi, paham?"
Tegas Anon yg masih mencekik leher pria itu.
“Treeeessss...! Buuukkk.....!”
Cukup jauh pria itu dilepar dan menghantam batu nisan. Di
balik kabut tipis, pria itu masih bisa berdiri dan menyeka cairan merah yg
menetes dari atas alisnya, dan mendekat lagi. Anon terlihat waspada sambil
dengan posisi melindungiku, namun tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, kulit
pucat dengan setelan jas hitam, dan taring kecil terlihat seperti menunjukan identitas
asli pria ini. Vampire, dia terus mendekat dengan santainya, dia menarik nafas
panjang sebelum memulai pembicaraan.
“Haaaaaaah..... apa kalian mencium itu?, oh yeah. ini aroma
rasa takut kalian, and i love this smell"
katanya masih melangkah mendekat
Aku dan Anon masih belum bisa berkata kata.
"jangan takut, tuan dan nona"
Lanjutnya
"siapa kau ini, apa kami pernah punya urusan
denganmu"
tanyaku tegas
"oh, di mana sopan santunku, perkenalkan, aku Night
Wish, and be careful what are you Wish for"
katanya sambil membungkuk
"go to hell, i had enogh with your bullshit"
gerutu Anon yang sudah siap menerjang
"easy, my fellow cursed, kedatanganku bukan untuk
saling melukai, aku di utus oleh masterku untuk berbagi info pada kalian"
katanya dengan suara ramah
"stop joking and let's kill each other"
"tunggu Anon, sepetinya dia serius"
kataku sambil menahannya Untuk sesaat aku dan anon saling
menatap, seolah memperdebatkan maksud pria ini.
"boleh aku bicara sekarang?"
tanya pria itu pada kami
"okay, go on"
Anon mempersialahkan pria itu duduk di atas sebuah batu
nisan, dan memberi isyarat untuk mempersilahkan kami untuk duduk juga, Anon
hanya meresponnya dengan senyum pahit
"baiklah"
katanya sambil membuka pembicaraan
"Dr.Infected atau yg sekarang di kenal sebagai
Nyctophilia, dia akan menjalankan proyek kecil. dia akan menciptakan sosok baru
yg tercipta dari perpaduan DNA dan tubuh kalian berdua, jadi dia memperingatkan
kalian untuk tidak mengacaukan proyek ini, dia pernah melempar pria benama
Unknow R kembali ke neraka, dia tidak ingin melakukan hal yg sama pada kalian,
mengerti"
Jelasnya
"Persetan dengan peringatannya, kami kembali memang
untuk itu. dan katakan pada pengkhianat itu kalau kami akan seret dia keneraka
bersama kami"
bentak Anon
"aku tidak tertarik untuk menghancurkan proyeknya, aku
hanya ingin tau, Dari mana datangnya Hysteria ini apa dia yg
menciptakannya?"tanya ku
"oh mengenai hal itu. Dulu ada dua gadis kecil kembar
yg dia temukan di sebuah rumah tanpa tau siapa orangtuanya, si adik bernama
Shinda dan si kakak bernama Shindy, suatu hari Shindy membunuh adiknya sendiri
tanpa alasan, hari itu Shinda mati, namun Shindy sangat depresi atas kehilangan
itu. Dr.infected akhirnya membuat sebuah percobaan kecil untuk menyatukan dua
gadis kembar, proses pencangkokan yg rumit sudah dilakukan, akhirnya Shinda
hidup kembali dengan ingatannya sendiri tapi dia tidak pernah tau kalau dia
hidup dengan Tubuh kakaknya, dia juga tidak bisa mengendalikan kepribadian
brutal Shindy"
Jelasnya
"Shindy?"
Batinku
Sesaat Anon memandangiku keheranan, seolah dia bisa melihat
seseorang yg lain tinggal di dalam tubuhku.
"kau sudah selesai?"
tukas Anon
"ya, aku rasa aku sudah selesai"
katanya sambil beranjak
"tunggu"
"ada apa Nona?"
"kenapa dia membenci Hysteria mode?"
tanyaku serius
"Hysteria mode terlalu merepotkan baginya, hanya
makhluk selain manusia yg bisa mengendalikan monster itu, bahkan penciptamu
tidak bisa, hanya aku orang yg dia pilih untuk mengendalikan Hysteria mu"
Jawabnya
"jadi orang-orang yg selama ini terus memburu kami,
hanya umpan untuk memancing Hysteria keluar?"
bentak Anon
"hahahha itu hanya hadiah kecil yg di berikan Masterku
bagi siapa saja yg bisa memburu kalian, mungkin saat kalian bercermin, bayangan
kalian akan mencekik kalian untuk hadiah itu hahaha"
katanya sambil beranjak
"bisa kita saling membunuh sekarang?”
tanya Anon geram
"maaf, mungkin di pertemuan selanjutnya, until we meet
again my fellow cursed"
“BOOOOOFFFFF......!”
Tubuh pria itu langsung melebur menjadi asap berwarna ungu,
dan hilang bersama agin malam. Aku masih terpaku pada perkataan pria tadi,
seseorang telah tercipta dari bagian tubuh Aku dan Anon.
"Dear?"
suara Anon membuyarkan lamunanku lagi
"yes"
jawabku singkat
"kau harus lihat ini"
kata Anon mencoba menunjukan ku sesuatu
Dari balik kabut tipis muncul sekelompok makhluk yg sebelumnya
sempat di hadapi Anon.
"ya ampun siapa lagi mereka ini?"
Tanyaku
"ini pasukan yg tidak bisa mati, yang aku lawan tadi
malam"
jawab Anon bersiap
"mungkin ini salah satu dari pasukan buatan milik
Nycto"
"entahlah"
“Huuuaaaaa.....!”
"ooh shit...."
“Bruuukkk......!”
Salah satu dari mereka berasil menyergap Anon dan memojokannya
di sudut pagar pemakaman.
"Anon...!"
Suara teriakanku mugkin sudah tidak bisa didengarnya lagi
terdesak dan aku terus menghindar sambil mencoba mencari-cari posisi Anon
“Arrrghh.....!”
suara Anon terdengar.
“Buuukkkk....!”
Sosok mahkluk terlempar melewati kabut tipis tepat di atas
kepalaku. Hyper mode milik Anon mungkin sudah aktif, namun aku masih ragu untuk
memulai Hysteria. Aku terus berlari menghindari lemparan benda tajam dari
mereka. Kini aku sudah terpisah jauh dari Anon yang masih di area pemakaman,
sedangkan aku masih di kejar cukup jauh hingga taman kota. Mereka sudah cukup
jauh di belakangku, disini aku bersiap untuk Hysteria sambil memastikan tidak
ada yg melihatku.
"baiklah ayo kita mulai lagi"
“RED NIGH...”
Sepintas kulihat gadis kecil sedang asik duduk di atas
ayunan taman. Kuhentikan nyanyian itu karena tidak ingin menakutinya. Aku sadar
beberapa makhluk tadi masih mengejarku, lalu ku bawa gadis itu bersembunyi.
Wajah cemas terukir di wajah anak ini, hal yg pertama aku pikirkan kenapa ada
orang tua yang tega meninggalkan anaknya di tengah malam seperti ini?
Kurapatkan jari telunjukku ke bibir memberi isyarat pada
anak ini untuk tidak bersuara, dia mengagguk paham, tidak ada tanda-tanda dari
kelompok yg mengejar ku, sambil memastikan keadaan aman, gadis kecil ini terus
menatapku.
"ke mana orangtuamu gadis kecil?"
tanya ku seraya membungkuk
Dia hanya menggeleng dan menunjuk kearah pemakaman, tempat
kutinggalkan Anon di sana, saat aku menenggok kearah sana, asap hitam sudah
membumbung tinggi berpadu cahaya merah, pikiranku mulai tidak tenang, aku
menoleh lagi pada gadis itu namun dia sudah tidak di sana, dia pergi begitu
saja atau lenyap bersama malam.
"oh...sudahlah"
aku langsung pergi dari tempat itu karena Red nights
mencemaskan Anon.
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:
Posting Komentar