Senin, 04 Mei 2015

Knife And Rose/7 (Distruction and the Truth)


Created by Mila(Shinda) & Aditya(Anonymous)
Sudut pandang Shinda
**********************************************************
Masih........masih.....belum. ini masih belum berakhir, awan hitam terus memancarkan kilat. Beberapa kejadian gila malam ini membuatku yakin bahwa dunia ini sudah penuh oleh dendam, dan tak banyak lagi manusia yg berjalan di muka bumi. R salah satunya.
"Anon.......Anon..."

Dia tak mendengarku. Pria yang tak sadarkan diri ini sebelumnya sudah mengorbankan setengah daya hidupnya untukku ,terus saja ku goyang-goyangkan pipinya di atas pangkuanku, sementara R masih menatapnya tegang, masih tak merespon. Suara tangisan gadis kecil mengalihkan perhatianku dan R, suaranya terdengar dari belakang kami. R sudah bersiap menyerang.
TIBA TIBA...!
"IBU....! "
Suara itu memangil. Muncul sosok gadis kecil dengan mengenakan dress merah jambu dan kunciran rambut yang sudah tidak asing bagiku. R membatalkan niatnya untuk menyerang saat tau anak itu bukan sebuah ancaman. Gadis kecil itu terus berjalan kearahku dan memelukku dengan Anon yg masih di pangkuanku.
"bagus, anak ini tersesat di tengah malam dan sekarang dia kira kau ibunya"
gerutu R
Aku ingat anak ini, dia gadis kecil yg aku temui di taman beberapa saat yg lalu, dan menghilang setelahnya. Masih kupandangi anak ini, dengan penuh tanya.
"gadis kecil, mungkin kau salah, aku bukan ibumu"
kataku lembut dia menggeleng masih memelukku
"Ayah?"
ucapnya sembari menunjuk kearah Anon yg masih lemas karena belum sadarkan diri.
sesaat hening lalu tawa R pecah.
“Hahahahaaa.....sandiwara apa yg kalian mainkan padaku?...hahaha"
tanya R
"kalian baru 5 hari keluar dari lubang neraka, dan tiba-tiba sudah punya anak, hahah ya ampun Shinda ternyata kau hebat juga"
ejek R sambil masih terkekeh
"aku kira RedMore terkejam sekalipun tidak bisa tertawa seperti itu"
balasku geram
"oh sudahlah lupakan saja"
Tak berapa lama Anon sadar dia masih berusaha memahami keadaan.
"Uuuh my head it so hurt, did you just kiss me Honey?"
tanya Anon
"kalian menjijikkan"
gerutu R membelakangi kami
"sulit menerima kenyataan bahawa kau kembali Bro"
tukas Anon sambil mencoba berdiri
"aku yg sulit menerima saat aku sadar bahwa kau dan gadis ini sudah punya anak"
kata R dingin
"dia hanya gadis yg tersesat"
"jangan terlalu serius Shinda"
balas R
"bagaimana kau bisa melahirkan anak sebesar ini Shin?, aku yakin kita belum pernah melakukan apa-apa"
tambah Anon
"aku sudah bilang tadi, kalau aku bertemu gadis ini di taman beberapa saat yg lalu, dan sekarang dia malah mengira kalau aku ibunya"
Jelasku setengah geram
"tapi aku senang jadi ayahnya"
senyum aneh Anon merekah R tampak geram saat kami memandanginya seolah mengajaknya ikut dalam reuni keluarga kecil.
"the A, lihat dirimu, semasa hidupmu kau adalah pembunuh dan buronan polisi, sekarang setelah kau bangkit sebagai RedMore dan bersama gadis ini, kau malah jadi seorang pencinta"
"aku punya jalanku sendiri R, hidup tidak hanya untuk mengejar dan membunuh, terkadang saat kita bisa merasakan cinta, pembunuhan jadi lebih bermakna"
balas Anon.
Tiupan angin yang mulai kencang menerbangkan daun daun kering berhamburan di udara tepat di atas kami, hampir tidak di temui lagi para penduduk kota kecil ini karena mereka sudah mengungsi ke kota yang lebih aman. Awan dengan kilat dan guntur berkumpul di atas bangunan tertinggi di tengah kota, membentuk seperti sebuah portal seolah siap memuntahkan makhluk-makhluk dari dunia lain.
"aku punya pirasat buruk pada bangunan itu"
kataku cemas
Anon dan R masih menatap tajam kearah gedung tinggi itu, seolah merencanakan kegilaan lainnya.
“dunia ini......"
ucap R tanpa menyelesaikan kata-katanya.
Suara petir dan guntur yang saling bersahutan dan kilat yg tampak sudah hampir menjilat gedung tinggi, tidak menyurutkan niat kami untuk pergi ke bangunan itu.
"kau punya nama, gadis kecil?"
tanya Anon
dia hanya diam
"Siapa namamu Nak"
tanyaku dengan nada keibuan
"Anysh"
jawabnya singkat.
"Baiklah Anysh, kami akan menjagamu sampai kami bisa menemukan orangtuamu"
ucapku pada gadis kecil ini mencoba menenangkannya.
Dia hanya mengangguk menatapku dengan penuh cemas. Sedangkan Anon dan R sudah mulai melangkan kearah tengah kota. Cukup jauh kami berjalan sampai fajar akhirnya tampak dari sudut Timur bumi, kemudian tak tampak lagi karena tebalnya awan hitam pekat ini.
“Gluuuduk...Gluduk....Duuuum....!”
Suara guntur seolah menyambut kedatangan kami, gadis ini tampak ketakutan, dan Anon langsung menggendongnya di punggung sampai ke pertengahan pusat kota tempat bangunan tertinggi ini. Kami sudah berada di depan bangunan ini namun tak satupun manusia atau makhluk hidup lainnya yg terlihat.
"do you have any idea, Bro?"
tanya Anon pada R.
"do i looks like thinking something?"
balas R dengam tatapan sinis
"kau tak pernah benar-benar ramah"
"like old time A"
Tiba-tiba gadis kecil ini menunjuk kearah puncak bangunan, entah dia ketakutan oleh suara-suara guntur itu atau dia penasaran oleh awan-awan yg bergerak mengitari gedung tinggi ini.
“Buuummm........ Buuuummmm...... Duaaarrr......”
petir menyambar dinding bangunan ini hingga menghamburkan puing-puingnya di sekitar kami, gadis ini mempererat pegangannya pada baju Anon.
"TERNYATA DI SITU KAU PENGKHIANAT"
ucap R dengan tatapan yg terpaku pada balkon besar pada lantai 18 bangunan itu.
Itu Dr.Infected....Sosok itu membuatku merinding sesaat, namun tidak menggetarkan tekatku untuk membunuhnya, kupegang erat pisau ini, namun pemandangan ganjil membuyarkan pandangan kami. Tampak dua sosok Dr.infected, mereka terlihat sama dan mereka terlihat ingin saling membunuh, terus... dan terus saling melempar benda mengkilat kecil yg terlihat oleh kami dari bawah sini.
"lelucon apa lagi yg dibuat si kutu buku itu?"
tanya R
"mungkin dia mencoba membuat kloning dirinya namun tidak bisa mengendalikannya"
kata Anon menyimpulkan.
" jadi itu sebabnya mereka tampak saling membunuh"
Balasku
"tapi siapa dari mereka yg asli?"
tanya Anon
"kita akan tau segera"
ucap R
“Bruukkkk... Krakk....Kraaakkk....”
Akhirnya salah satu dari sosok yg berpenampilan sama itu jatuh dan menghantam tanah hingga membentuk lubang yg lumayan besar Anon dan R bersiap.
"baiklah Anysh, kau di sini saja bersama ibu, biar ayah yg pergi, cuma sebentar kok"
ucap Anon tenang
"Shin, jaga dia"
Tambahnya
Aku mengangguk R yg sudah lebih dulu di depan hampir memulai pertempurannya sekali lagi dengan Dr. infected. tanpa memperdulikan sosok lain yang ada di atas balkon, R dan Anon langsung menghambur sosok yg baru saja jatuh tadi.
“Wuuussss.....!”
"mati kau"
ucap Anon yang berhasil mengikat sosok itu dengan rantainya.
"sudah kupegangi dia, ayo habisi dia R"
ucap Anon lagi.
" well well well, Doctor. looks like you out of lucky"
kata sosok yg masih ada di atas Balkon.
Untuk beberapa saat R dan Anon menghentikan niatnya untuk membunuh Dr.infected karena pandangan mereka terfokus pada sosok itu.
"apa lagi ini Tedd?"
tanya R pada Dr.infected
"aku mengalami hari yg cukup buruk Boss"
jawab Dr.infected sambil meringis.
"tentunya kau tau maksud kedatangan kami iya, kan?"
tambah Anon
"iya iya, terserah kau saja, aku menikmati reuni kecil ini, tapi kita punya masalah lain"
Jawabnya
Mereka berdua terdiam, Anon dan R tampak ragu sambil memegangi Dr.infected, aku mendekati mereka bertiga dengan penuh pertanyaan.
"aaah nona Shinda, bagaimana perjalanan anda dari neraka?"
kata Dr.infected padaku
“Buuuk......”
pukulan Anon mendapat di perutnya yg masih terikat rantai.
"itu bukan kata-kata yg aku harapkan"
Jawabku
"uhhhuuugh...bisa kita bicara dulu?"
"sudah cukup bicaranya Doc, saatnya kembali keneraka bersama kami"
ucap R dan pisaunya sudah siap membara.
"apa kalian masih ingat kawan lama kita Varcolac?"
tanya Dr.infected Pertanyaan itu sungguh tidak kami perkirakan sebelumnya, tapi itu sungguh berhasil mengambil semua perhatian kami.
"jangan membuat lelucon lagi Tedd. kau tau kalau aku kesini untuk membalas pengkhianatanmu"
bentak R yg sudah mencengkeram kerah baju pria itu.
"kau bisa lakukan itu sesukamu, tapi setidaknya dengarkan penjelasanku"
Kami saling menatap untuk beberapa saat, memastikan pria ini tidak membual
"cepatlah sebelum aku muak"
ucap R
Anon mulai melonggarkan ikatan rantainya pada pria itu.
"hei hei apa kalian yakin ingin mendengarkan pria ini, dia sudah mengkhianati kita semua"
seruku pada Anon dan R
"biarkan dia bicara Shin, aku sendiri yang akan menggorok pria ini setelah dia selesai bicara"
balas Anon padaku
Aku hanya bisa menuruti mereka berdua
"mungkin ini terdengar aneh, tapi pria yang ada di atas balkon itu adalah Varco dan bukan bagian dari rencanaku"
jelas Tedd
"apa membunuh Shinda dan melenyapkan Hysteria miliknya juga bagian dari rencanamu?"
tanya Anon dengan nada tinggi
"oke oke, biar aku perjelas.saat malam itu memang benar Aku menyegel R, dan membunuh Nona Shinda, tapi ketahuilah saat itu aku di bawah hipnotis Varcolac, dia melakuan itu sesaat setelah Shinda melakukan Hysteria"
jelas Tedd
"dia sudah mati dan aku yg membunuh pria itu dengan tanganku sendiri"
tegas Anon
R mulai menatap Anon dengan tatapan tidak percaya
"apa dia sosok RedMore juga?"
Tanyaku
"tidak nona, kemungkinan waktu Anon membunuhnya dia ditolong seseorang atau punya kemampuan Regenerasi sepertiku"
jelas Tedd
"A, kau lupa pelajaran penting yang pernah aku ajarkan dulu?"
"Sorry Bro, mungkin aku terlalu sibuk sampai aku lupa pelajaran apa yg kau ajarkan"
"setidaknya pastikan kau memisahkan kepala dan tubuhnya sesaat setelah membunuhnya dulu"
"thanks to remembering me dude, really helpful"
jawab Anon ketus
"jadi, sekarang apa?"
tanyaku lagi
"setidaknya kalian tau kalau bukan aku yg membunuh Nona ini"
"kalau begitu, aku ingin tau soal proyek makhluk buatan yg kau ciptakan dari darah ku dan Anon"
tanyaku tegas
"Well, sosok itu belum matang, dan masih kecil, aku lihat kalian sudah menemuakannya"
jelas Tedd
"gadis ini yg kau maksud?"
tanya Anon bingung akupun demikian
"Anysh?"
Batinku
dia menoleh kearahku seolah mendengar kalau aku menyebutkan namanya dalam hati. Sekumpulan orang-orang ini terdiam masih menatap Anysh dengan penuh tanda tanya.
"lalu kenapa aku menemukannya berkeliaran di taman?"
tanya ku lagi
"oh jangan kawatir Nona, dia punya ikatan yg kuat terhadap kalian berdua, dia bisa dengan mudah menemukan kau dan Anon karena dia adalah bagian dari kalian"
jelas Tedd
"kau membiarkan dia pergi mencari kami sendirian, apa kau serius?"
tanya Anon dengan nada tinggi
"Varcolac berusaha membunuhnya karena dia berasal dari darah campuran, aku melepasnya karena aku tau dia pasti menemukan kalian, karena kalian orangtuanya secara genetik, sementara aku sibuk menghalau Vacolac"
tegas pria itu
"kenapa lagi dia ingin membunuh gadis ini?"
tanya R tiba-tiba
"oh okey, jadi gadis ini adalah ciptaan terbesarku, dia bisa membuka portal antara gerbang neraka dan gerbang dunia, itu yang Varcolac inginkan, dan sekarang dia menuju kesempurnaan wujudnya lalu menghabisi kita semua"
"bagus Tedd sekarang gara-gara ciptaanmu kita semua dalan masalah"
gerutu R
"IBU....!"
ucap Anysh padaku
wajahnya penuh cemas
"apa anak ini juga punya kemampuan?"
"Tentu, Nona Shin, dia punya tubuh seorang RedMore, dan jiwa sekuat Hysteria dan senjata dari Neraka seperti milik R"
ucap Tedd penuh semangat
"jadi, gadis ini punya intensitas kehancuran melebihi kita semua"
ucap R
"benar Boss"
"baiklah Tedd, setelah mengetahui semua kebenaran ini, bukan berarti urusan kita selesai, kita lanjut setelah kekacauan ini selesai"
kata Anon
"Oooh...aku pikir kekacaun ini tidak mudah selesai..."
ucap R menatap seseorang dengan jubah hitam pada balkon
Sesaat sosok itu lenyap, Anon berusaha mengejarnya namu wujudnya tak bisa di lihat lagi.
"Tedd pergi kemana dia?"
tanya R
"dia pergi ke PSYCHOVILLE, jaraknya dua kota dari sini"
jawab Tedd
"apa yg dia lakukan di sana?"
Tanyaku
"aku dengar di sana adalah Makam para Psychopath"
ucap Anon
"itulah yg aku takutkan"
"apa maksudmu Tedd?"
bentak Anon
"dia tau, cepat atau lambat, kita pasti akan kesana membawa anak ini, karena gadis kecil ini adalah sebuah kunci portal antara dua dunia"
ucap R
"dan yg lebih parah lagi, dia akan menghidupkan para musuh terdahulu kita dari Zaman HORRIBLEPASTA"
tambah Tedd.
Langit yang dipenuhi suara guntur seolah memberi isyarat bahwa dunia kita bukan berisi manusia lagi
bersambung. to the end chapter KAR 8
Sekedar Info
RedMore: RedMore adalah manusia yg kembali ke gerbang dunia sebagai mesin balas dendam. walau hidup dan bergerak, tapi mereka tidak memiliki jiwa dan nafsu. Mereka tak perlu makan juga minum. Karena pada dasarnya mereka hanya mayat yg di penuhi dendam. Mereka akan mati saat dendam yg mengisi tubuh tersebut habis. Itulah sebabnya kenapa darah mereka panas karena berasal dari dendam yg terbawa sesaat sebelum kematian mereka. Beberapa dari RedMore terus berjalan di permukaan bumi karena dendam mereka tidak pernah terputus. Kata RedMore yang artinya (lebih merah) atau juga singkatan dari Revenge Deadly And more(RedMore)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar